Biasanya sebuah brand akan meminta blogger menulis topik tertentu secara umum. Keterampilan ini berbuah kepercayaan dari berbagai brand sehingga menulis blog jadi sebuah pekerjaan berpenghasilan. Tujuan sebuah profesi adalah menambah wawasan dan keterampilan baru. Mengetahui return yang diberikan, risikonya apa saja, serta mengetahui apakah cocok dengan tujuan keuangan yang seperti apa. Tujuan sebenarnya memilih random topic karena blog ini memang untuk menerima berbagai job menulis. Ilmu SEO mengarahkan kita untuk memilih topik tulisan yang memang dicari pembaca. 2. Disturbance Handler / Penyelesai Permasalahan : Mencari jalan keluar dan solusi terbaik dari setiap persoalan yang timbul. Itu merupakan pekerjaan yang cocok bagi saya yang tidak begitu betah mengerjakan hal yang sama setiap hari, mudah bosan, dan pendapatan yang cenderung jalan di tempat. Selama ada keinginan, jalan ini paling efektif dalam memulai karir sebagai blogger. Padahal, jika ingin menjadi blogger profesional, langkah ini wajib dipelajari. Tentunya itu akan membuat semangat kembali membara untuk berproses dan akhirnya bisa konsisten dalam menulis blog.

Search Engine Optimizer

Meskipun itu merupakan musibah, tapi sedikit ada hikmahnya untuk saya yang ingin menjalani sebuah passion dan memenuhi keinginan aktulisasi diri. Justru jika Teman-teman sudah terbiasa menulis, biasa mengeluti profesi yang menantang, bisa jadi yang namanya rezeki, prestasi, dan lain-lain akan berbeda pula ceritanya. Untuk Teman-teman pembaca, bisa juga saya katakan bahwa blog adalah profesi yang prospektif karena membuka banyak peluang besar jika mau bekerja keras, bisa bergerak cepat, dan kreatif. Memilih kata kunci yang tepat akan memberikan peluang tulisan ditemukan dan dibaca oleh orang lain. Tips mencari peluang usaha yang pertama adalah melihat dari diri sendiri, karena kita bisa mulai dengan hobi yang kita miliki. Sebagai newbie, saya “menunda” diri saya untuk mempelajari audit web karena ingin mulai dari yang mudah-mudah dulu. Apa jadinya jika tulisan kita sudah ratusan bahkan ribuan dan harus memperbaikinya satu per satu? Ketika masih menutup telinga dan mata terhadap ilmu audit web, otomatis saya juga belum bisa memperbaikinya secara mandiri. Sebagai contoh, kita menulis dengan bebas tanpa mengenal kaidah SEO, tapi ternyata dalam ilmu SEO ini mengharuskan tulisan kita memiliki kata kunci yang potensial dan gambar yang ringan muatannya.

Hanya saja, otak saya masih belum siap menerima ilmu tersebut. Pasti sama saja, ada positif dan negatif juga. Menjadi blogger profesional menurut saya sederhana saja, yaitu ketika seorang blogger sudah bisa mendapatkan penghasilan dari blog atau memperoleh kepercayaan publik. Jika blogger memang hanya ingin menulis tanpa berharap dibaca orang lain, SEO boleh saja diabaikan. Tidak hanya konten, tapi teknis berupa SEO masih banyak PR nya. Apa jadinya kita berprofesi sebagai penulis, tapi “amunisi” berupa pembendahraan kata dan referensinya kurang? Meskipun blog punya banyak fungsi dan manfaat bagi pemiliknya, tapi menjadi bloger yang profesional berarti sudah punya skill yang mapan. Artinya pemilik blog memang memiliki skill SEO yang bagus sehingga banyak perusahaan, vendor, pihak digital marketing yang mempercayai dan mengapresiasi blog tersebut. Tidak ada jaminan pemerintah sehingga jika ada kerugian, maka Anda yang akan menanggung risiko tersebut. Pencapaian saya adalah perjalanan yang tentunya tidak sama dengan blogger lainnya. Baik niche khusus atau random topics.

Baik cukup atau membuat sejahtera. Kalau dari segi hasilnya, mungkin tetap saja saya masih tergolong newbie. Mungkin opini tersebut bisa saja berubah seiring bertambahnya pengalaman ke depan. Bagi saya saja yang masih belum bisa maksimal, blog cukup menantang dan tidak stagnan. Sisanya, saya belum tahu apa saja kekurangan di dalam blog secara keseluruhan. Memang sesekali jika suatu problem blog yang saya hadapi sifatnya urgen, langsung saya perbaiki. Dengan begitu, pengunjung akan melihat dan menelusuri tulisan kita. Selain tolok ukur pendapatan, profesionalitas juga bisa dengan melihat kiprah seorang blogger dalam mendapatkan simpati, dukungan, dan respon positif pembacanya. Jadi, bisa memperoleh penghasilan, bertemu dengan banyak blogger inspiratif, ada teman ngobrol yang positif, serta potensi profesi blog ini bagi saya pribadi sebuah pencapaian besar. Termasuk menulis. Bayangkan jika kita melihat teman blogger lain mendapatkan sebuah prestasi. Kalau mereka meng-Google namamu, apakah kamu bisa mengontrol cara mereka melihat kehadiran dirimu di dunia maya? Terlepas apakah blog benar-benar layak menjadi sebuah profesi, harus tetap melangkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.